1. Pengertian Routing

Perbedaan Routing Statis dan Dinamis: Panduan Lengkap

Apa Itu Routing?

Routing adalah proses pengambilan keputusan tentang jalur terbaik yang harus dilalui oleh data paket dari sumber ke tujuan dalam sebuah jaringan atau antarjaringan. Routing dijalankan oleh perangkat yang disebut router, yang membaca informasi dalam paket data untuk menentukan ke mana paket tersebut harus dikirim.

2. Tujuan Routing dalam Jaringan

Routing memiliki beberapa tujuan utama:

  • Menentukan jalur tercepat atau paling efisien untuk pengiriman data.
  • Menghubungkan beberapa jaringan berbeda, baik dalam skala lokal maupun global.
  • Menghindari kemacetan jaringan, dengan memilih rute alternatif saat terjadi gangguan.
  • Menjaga kestabilan jaringan, dengan sistem pengalihan rute jika jalur utama terputus.

3. Jenis-Jenis Routing

Secara umum, routing dibagi menjadi tiga kategori utama:

a. Static Routing

Routing yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap rute ditentukan dan dimasukkan ke dalam router satu per satu.

b. Dynamic Routing

Routing yang dilakukan secara otomatis oleh router menggunakan protokol routing dinamis. Router saling berbagi informasi untuk membentuk jalur terbaik secara otomatis.

c. Default Routing

Sebuah metode routing di mana semua paket yang tidak memiliki rute spesifik diarahkan ke satu alamat tujuan, yang disebut default gateway.

4. Static Routing

Pengertian

Static routing adalah teknik routing di mana administrator jaringan secara manual menentukan dan memasukkan rute ke dalam tabel routing router. Router akan mengikuti rute yang telah ditetapkan, dan tidak akan berubah kecuali dikonfigurasi ulang.

Karakteristik Static Routing

  • Dikonfigurasi secara manual.
  • Tidak bisa menyesuaikan jika terjadi perubahan topologi jaringan.
  • Cocok untuk jaringan kecil dan stabil.

Kelebihan Static Routing

  • Kontrol penuh terhadap rute.
  • Lebih aman, karena tidak mengandalkan pertukaran informasi antar-router.
  • Lebih ringan, tidak memerlukan banyak sumber daya router.

Kekurangan Static Routing

  • Tidak adaptif, harus diperbarui secara manual saat terjadi perubahan.
  • Sulit dikelola jika jaringan besar dan kompleks.
  • Tidak efisien untuk jaringan dinamis.

Contoh Konfigurasi

Misal, router A terhubung ke jaringan 192.168.2.0/24 melalui router B:

5. Dynamic Routing

Pengertian

Dynamic routing adalah metode di mana router secara otomatis membentuk dan memperbarui tabel routing berdasarkan informasi yang diterima dari router lain melalui protokol dinamis.

Karakteristik Dynamic Routing

  • Berbasis protokol routing seperti RIP, OSPF, EIGRP, BGP.
  • Mampu menyesuaikan perubahan topologi secara otomatis.
  • Cocok untuk jaringan besar dan sering berubah.

Kelebihan Dynamic Routing

  • Adaptif terhadap perubahan jaringan (link down, topologi berubah).
  • Mudah diatur dalam jaringan besar.
  • Redundansi otomatis, mendukung banyak jalur.

Kekurangan Dynamic Routing

  • Lebih kompleks untuk dipelajari dan dikelola.
  • Membutuhkan resource lebih tinggi (CPU dan memori router).
  • Rentan terhadap manipulasi jika tidak dilindungi dengan baik.

Contoh Protokol Dynamic Routing

  1. RIP (Routing Information Protocol)
    • Menggunakan hop count sebagai metrik.
    • Maksimum 15 hop.
    • Cocok untuk jaringan kecil.
  2. OSPF (Open Shortest Path First)
    • Menggunakan cost (biaya) sebagai metrik.
    • Lebih cepat dan efisien daripada RIP.
    • Cocok untuk jaringan menengah hingga besar.
  3. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
    • Protokol hybrid milik Cisco.
    • Lebih efisien dan mendukung VLSM.
  4. BGP (Border Gateway Protocol)
    • Digunakan di jaringan antar-AS (internet).
    • Routing utama di level global.

6. Default Routing

Pengertian

Default routing adalah teknik di mana semua lalu lintas yang tidak memiliki rute spesifik diarahkan ke satu alamat gateway tertentu. Biasanya digunakan di jaringan kecil yang hanya terhubung ke satu router.

Contoh Konfigurasi

Default Routing Contoh Konfigurasi

Artinya, semua rute yang tidak dikenal dikirim ke 192.168

7. Perbandingan Static dan Dynamic Routing

Perbandingan Static dan Dynamic Routing

1. Sistem Operasi Jaringan

Pengertian dan Penjelasan tentang Sistem Operasi Jaringan ...

Sistem Operasi Jaringan (SOJ) adalah jenis  sistem operasi yang dirancang khusus untuk menyediakan berbagai layanan kepada komputer klien (workstation). Tujuannya utama adalah memfasilitasi pembagian sumber daya seperti data, aplikasi, file, dan akses printer di antara berbagai komputer yang saling terhubung dalam sebuah jaringan. Meskipun kini banyak sistem operasi umum juga menawarkan fitur serupa, seringkali fungsionalitasnya terbatas, misalnya berbagi file hanya untuk beberapa pengguna. Secara garis besar, SOJ dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: berbasis peer-to-peer dan berbasis client-server.

1.1. Peer-to-Peer

Dalam model peer-to-peer (P2P), pengguna dapat langsung berbagi sumber daya dan file yang tersimpan di komputer mereka, sekaligus mengakses sumber daya bersama dari komputer lain dalam jaringan. Karakteristik utama sistem ini adalah tidak adanya server pusat; semua data dan sumber daya terdistribusi di masing-masing komputer. Jaringan P2P umumnya diterapkan dalam skala kecil, seperti jaringan area lokal (LAN). Mayoritas sistem operasi desktop modern, seperti macOS, Linux, dan Windows, memiliki kemampuan untuk berfungsi dalam lingkungan jaringan peer-to-peer.

1.2. Client-Server

Model client-server menempatkan server sebagai inti sistem, yang bertugas menyediakan akses ke berbagai sumber daya sekaligus menawarkan fitur keamanan yang komprehensif. Sistem ini membangun mekanisme terpusat untuk mengintegrasikan seluruh komponen jaringan dan memungkinkan banyak pengguna untuk mengakses serta berbagi sumber daya yang sama secara bersamaan. Contoh SOJ berbasis client-server meliputi sistem UNIX/Linux serta keluarga Microsoft Windows Server.

2. Prinsip dan Cara Kerja Sistem Operasi Jaringan

Ilustrasi sistem operasi.

SOJ berfungsi untuk melayani kebutuhan klien dalam jaringan, baik itu model client-server maupun peer-to-peer. Sistem ini harus mampu menjalankan berbagai tugas secara simultan (multitasking) dan mengelola banyak proses pada waktu yang bersamaan (multiprocessing). Kemampuan manajemen tugas yang superior ini menjadi kunci efisiensi SOJ. Berikut adalah beberapa tugas penting yang harus dapat ditangani oleh SOJ:

a. Pengelolaan Printer Bersama: Mengatur izin penggunaan printer, mengelola antrean pencetakan, dan mendeteksi ketersediaan perangkat printer di jaringan. 

b. Pengelolaan Akses Fileserver: Mengaktifkan dan mengatur akses ke fileserver, menentukan file apa saja yang bisa diakses, dan menetapkan siapa yang memiliki izin untuk mengaksesnya. 

c. Pengaturan Akses Jaringan Eksternal: Mengatur konektivitas ke jaringan eksternal (internet) dan mengelola penggunaannya. 

d. Penyediaan Layanan Routing: Mengarahkan permintaan akses dari klien ke jaringan lain yang dituju. e. Pemantauan Sistem dan Keamanan: Memastikan keamanan yang tepat terhadap ancaman seperti virus, peretasan, dan kerusakan data. 

f. Penyediaan Fasilitas Manajemen Jaringan: Menawarkan alat seperti SNMP (Simple Network Management Protocol) yang memungkinkan administrator mengelola pengguna dan sumber daya jaringan dengan efektif.

3. Perangkat Keras Server

Karena SOJ dituntut untuk mendukung multitasking dan multiprocessing yang intensif, perangkat keras yang kuat sangatlah penting. Beberapa vendor SOJ bahkan mensyaratkan spesifikasi perangkat keras tertentu untuk memastikan kinerja yang lancar. Misalnya, beberapa sistem mungkin memerlukan lebih dari satu prosesor untuk mendukung aktivitas multiprocessing, memungkinkan SOJ untuk menjalankan banyak tugas secara paralel dengan mengalokasikan masing-masing tugas ke prosesor yang berbeda, sehingga server dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

4. Instalasi Sistem Operasi Jaringan

MENGINSTAL SISTEM OPERASI JARINGAN BERBASIS GUI

Sistem Operasi

Administrator jaringan memiliki beragam pilihan dalam menentukan SOJ yang akan digunakan pada server mereka. Pemilihan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik. Berikut adalah lima panduan utama dalam memilih SOJ yang sesuai:

a. Tujuan Penggunaan: 

* Jika Anda membutuhkan sistem dengan instalasi mudah, antarmuka grafis (GUI), dan dukungan untuk aplikasi umum seperti browser dan email, SOJ berbasis desktop mungkin lebih cocok. 

* Apabila stabilitas aplikasi adalah prioritas utama, meskipun proses instalasi dan konfigurasi aplikasi cenderung kurang grafis (sering disebut kurang “ramah pengguna”), SOJ khusus server akan lebih tepat. * Jika SOJ harus berjalan pada perangkat keras spesifik (misalnya, firewall atau perangkat komunikasi tertentu), maka sistem operasi bawaan perangkat keras tersebut adalah pilihan terbaik.

b. Dukungan Komersial: 

* Untuk tujuan komersial, penting untuk memilih SOJ yang didukung secara komersial. Sistem dengan dukungan komersial cenderung menerima pembaruan (update) yang lebih baik dan lebih cepat dari pengembang perangkat lunak jika ditemukan bug. Pembaruan ini krusial bagi perusahaan yang mengutamakan keamanan dan kinerja optimal sistem.

c. Kompatibilitas Perangkat Keras: 

* Kompatibilitas perangkat keras adalah salah satu faktor terpenting. SOJ harus mampu mendukung komponen komputer dan jenis perangkat yang akan digunakan. Pertimbangkan juga apakah vendor perangkat keras hanya mendukung SOJ tertentu. Hindari membeli perangkat keras yang ternyata tidak kompatibel dengan SOJ pilihan Anda, terutama terkait driver.

d. Kompatibilitas Perangkat Lunak: 

* Jika Anda menggunakan aplikasi berbayar atau perangkat lunak komersial, pastikan aplikasi tersebut dapat berjalan di SOJ yang Anda pilih. Pastikan juga bahwa lingkungan runtime yang dibutuhkan oleh aplikasi tersedia dan didukung oleh  sistem operasi.

e. Komunitas: 

Hardware Komputer

* SOJ yang handal biasanya didukung oleh komunitas yang besar dan terorganisir dengan baik. Dengan dukungan komunitas, Anda akan lebih mudah mencari bantuan, informasi terbaru, saran, dan tips untuk mengelola sistem operasi. Ini juga memudahkan Anda menemukan solusi saat menghadapi masalah dengan SOJ.

Debian adalah salah satu distribusi  Linux yang menjadi fondasi bagi banyak distro Linux lainnya. Sistem operasi Debian dikenal memiliki banyak perangkat lunak yang berfokus pada stabilitas sistem. Selain itu, Debian juga memiliki dukungan repositori yang luas dari berbagai sumber. Mode instalasi Debian tersedia dalam bentuk teks (CLI) maupun grafis (GUI). Banyak tutorial di internet yang dapat membantu administrator jika menemukan masalah.

4.1. Penyiapan Sumber  Sistem Operasi

Sistem operasi Debian dapat diunduh dari situs resmi Debian (https://www.debian.org) atau dari mirror terdekat di Indonesia. Beberapa mirror distribusi Linux yang bisa digunakan untuk mengunduh sistem operasi Linux antara lain: a. http://kambing.ui.ac.id/iso/ (Universitas Indonesia) b. http://kebo.pens.ac.id (ITS Surabaya) c. http://repo.ugm.ac.id/iso/ (Universitas Gadjah Mada) d. http://buaya.klas.or.id (KLAS – Surabaya) Setelah file sistem operasi diunduh, Anda bisa membakarnya ke DVD atau menyalinnya ke flashdisk agar menjadi perangkat bootable yang dapat digunakan saat memulai komputer.

4.2. Booting Instalasi Sistem Operasi

Sebelum memulai instalasi, pastikan BIOS Anda sudah diatur untuk melakukan boot dari DVD-ROM atau flashdisk. Setelah itu, nyalakan komputer dan tunggu hingga menu bootloader muncul. Setelah muncul, untuk instalasi standar, Anda bisa memilih “Install” untuk instalasi mode teks (CLI / Command Line Interface) atau “Graphical install” untuk instalasi mode GUI (Graphical User Interface). Gunakan tombol panah untuk memilih menu.

SUNGAI NILL

Sungai Nil adalah sungai besar yang mengalir ke utara di timur laut Afrika dan bermuara di Laut Tengah. Dengan panjang 7,088 kilometer (4,404 mi), sungai ini merupakan sungai terpanjang di dunia,[b] meskipun volume air yang dibawanya jauh lebih kecil dibandingkan sungai-sungai besar lainnya seperti Amazon atau Kongo. Sungai Nil telah memainkan peran sentral dalam sejarah lingkungan, ekonomi, dan budaya Afrika selama ribuan tahun.

Sungai Nil memiliki dua anak sungai utama: Nil Putih dan Nil Biru. Nil Putih berukuran lebih panjang dan dianggap sebagai hulu sungai, tetapi Nil Biru menyumbang lebih dari dua kali lipat volume air Nil Putih. Nil Putih berawal di dekat Danau Victoria dan mengalir melintasi Uganda serta Sudan Selatan; sementara Nil Biru berawal di dekat Danau Tana di Etiopia dan mengalir ke Sudan dari arah tenggara. Kedua sungai tersebut bertemu di ibu kota Sudan, Khartoum. Dari sana, Sungai Nil mengalir ke utara melintasi Gurun Nubia menuju ibu kota Mesir, Kairo, dan akhirnya bermuara di Laut Tengah di dekat Aleksandria, tempat sungai tersebut membentuk sebuah delta yang besar.

Secara geologis, Nil merupakan sungai yang tergolong muda dan telah mengalir di jalurnya yang sekarang selama sekitar 15.000 tahun. Daerah aliran sungainya membentang melintasi sebelas negara. Sebagian besar air di Sungai Nil berasal dari curah hujan di negara-negara hulu yakni EtiopiaKenyaTanzania, dan Uganda. Negara-negara hilir seperti MesirSudan, dan Sudan Selatan sebagian besar berupa gurun, dan menarik air sungai ini untuk keperluan irigasi. Negara lain yang seluruh atau sebagian wilayahnya terletak di Daerah Aliran Sungai Nil adalah BurundiRepublik Demokratik KongoEritrea, dan Rwanda.

Sungai Nil merupakan fondasi bagi peradaban Mesir Kuno, yang bergantung pada sungai ini untuk hampir setiap aspek kehidupannya. Banjir tahunan sungai ini mengendapkan lumpur kaya nutrisi di sepanjang tepian sungai. Tanah ini mendukung pertumbuhan tanaman pangan yang memungkinkan berkembangnya masyarakat maju di tengah gurun yang sebetulnya tidak ramah. Sungai Nil memfasilitasi perdagangan, komunikasi, transportasi, dan pemerintahan. Di sebelah selatan (hulu) riam Nil kedua terdapat Nubia, yang merupakan tanah air bersejarah bagi kebudayaan Kerma kuno dan Kekaisaran Kush. Banyak orang Eropa merasa terpesona oleh Sungai Nil, dan penjelajahan mereka di sekitar Danau Victoria pada akhir abad ke-19 berhasil menemukan lokasi sumber air sungai ini. Di antara berbagai budaya yang hidup di sepanjang Sungai Nil di era modern adalah bangsa Nilotik, yaitu penggembala hewan semi-nomaden yang mempraktikkan pastoralisme nomaden, memindahkan ternak mereka secara musiman sebagai respons terhadap banjir Sungai Nil.

Di era modern, Sungai Nil memainkan peran penting dalam perekonomian Mesir dan Sudan, yang bergantung padanya untuk mengairi lahan pertanian yang luas. Sejak akhir abad ke-20, lebih dari selusin bendungan telah dibangun di Daerah Aliran Sungai Nil untuk menyediakan irigasi dan untuk menghasilkan listrik. Bendungan-bendungan tersebut telah mengubah siklus banjir tahunan sungai ini dan membatasi pengangkutan lumpur ke hilir, yang menyebabkan Delta Nil menyusut. Beberapa bendungan seperti Bendungan Tinggi Aswan dan Bendungan Renaisans Agung Etiopia telah menjadi sumber perselisihan politik internasional seputar kelangkaan air, keselamatan, ketahanan pangan, dan penggusuran penduduk.

Nama dan etimologi

Kata bahasa Inggris “Nile” berasal dari bahasa Latin Nilus dan Yunani Kuno Νεῖλος (Neilos), yang kemungkinan berawal dari istilah bahasa Semit naḥal, yang berarti ‘sungai’.Dalam bahasa Mesir kuno, kata yang sama digunakan untuk menyebut ‘Nil’ dan ‘sungai’: jtrw.[11] Orang Mesir menyebut negara mereka kmt yang berarti ‘hitam’, merujuk pada warna gelap air banjir Sungai Nil saat membawa endapan dari hulu.[12] Nama bahasa Inggris “Blue Nile” (Nil Biru) merupakan terjemahan dari nama bahasa Arab Al-Baḥr Al-Azraq.[9]Di era modern, sungai ini dikenal dengan beberapa nama di dalam Daerah Aliran Sungai Nil. Di Mesir, sungai ini disebut sebagai Al-NīlBaḥr Al-Nīl atau Nahr Al-Nīl.[13] Di Sudan Selatan, sungai ini terkadang disebut dengan bahasa Arab Baḥr el-Jebel, بحر الجبل, yang secara harfiah berarti ‘Sungai Gunung’.[14] Di Uganda, penutur bahasa Luganda menggunakan nama Kiyira.[15] Beberapa masyarakat Nubia di Mesir dan Sudan menggunakan nama bahasa Nobiin yaitu Áman Dawū (‘Air Besar’).[16]

Beberapa anak sungai (sungai lebih kecil yang bermuara ke Sungai Nil) dan bagian-bagian sungai menyertakan nama “Nil” di dalamnya, termasuk:

Nil Kuning – Wadi Howar, sisa-sisa anak sungai kuno yang mengering beberapa ribu tahun lalu[20]

Nil Albert – Bagian dari Nil Putih yang mengalir ke utara dari Danau Albert menuju Nimule[17]

Nil Hitam – Nama alternatif untuk Sungai Atbarah[18]

Nil Biru – Satu dari dua anak sungai utama Sungai Nil

Nil Kyoga – Bagian dari Nil Putih mulai dari Danau Kyoga hingga Danau Albert[19]

Nil Utama – Bagian dari Sungai Nil di hilir dari pertemuan Nil Biru dan Nil Putih[20]

Nil Gunung – Bagian dari Nil Putih dari pegunungan Uganda hingga dataran Sudan Selatan[21]* Nil Victoria – Bagian dari Nil Putih mulai dari Danau Victoria hingga Danau Kyoga[22]

Nil Putih – Satu dari dua anak sungai utama Sungai Nil

Sumber air

suntingsunting sumber Sumber Sungai Nil adalah anak sungai dari Sungai Rukarara, di Taman Nasional Nyungwe, Rwanda, pada koordinat 2°19′35″S 29°21′30″E, di ketinggian 2,539 meter (8,33 ft). Sumber tersebut didefinisikan sebagai titik awal aliran air sepanjang tahun yang terpanjang di daerah aliran sungai Nil.[2] Dari sumber ini, sungai mengalir sejauh 7,088 kilometer (4,404 mi) menuju muaranya di Laut Tengah. Jarak tersebut diukur di sepanjang garis tengah sungai menggunakan citra satelit.

Sumber air tertinggi Sungai Nil (berdasarkan ketinggian) berada di lereng Pegunungan Rwenzori di UgandaPegunungan Bulan yang legendaris, seperti yang dideskripsikan oleh Ptolemeus, telah dikaitkan dengan Rwenzori.

Sumber air paling selatan dari Sungai Nil berada di Burundi pada salah satu hulu Sungai Ruvyironza, yang bermuara ke Sungai Kagera.  Sebuah monumen didirikan di dekatnya pada tahun 1937 oleh Burkhart Waldecker tak jauh dari kota Rutovu, dekat Gunung Kikizi.

Danau Victoria kadang-kadang secara informal dideskripsikan sebagai sumber Sungai Nil, terlepas dari fakta bahwa banyak sungai mengalir masuk ke danau tersebut. Beberapa pihak berpendapat bahwa sumber sejati Sungai Nil adalah awan hujan yang sering ditemukan di atas Danau Victoria, karena awan tersebut memasok air lima kali lebih banyak ke danau dibandingkan sungai-sungai yang mengalir ke dalamnya.

Sumber dari anak sungai Nil Biru berada di dekat kota Gish Abay, di sebelah selatan Danau Tana.

Geografi

Sungai Nil adalah sungai utama di timur laut Afrika yang bermuara di Laut Tengah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Nil adalah seluruh daratan yang mengalirkan air ke Sungai Nil, dan mencakup area seluas 2.927.843 km2 – sekitar 10% dari benua Afrika (lihat peta di sebelah).[8] Sebelas negara secara keseluruhan atau sebagian berada di dalam DAS ini: Burundi, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Eritrea, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, dan Uganda.[30][j] DAS ini mencakup berbagai macam iklim, ekosistem, dan topografi – mulai dari gurun pasir yang gersang di utara, lahan basah berawa yang datar di bagian tengah, hingga pegunungan berhutan yang sering diguyur hujan di selatan.[32]

Daerah aliran sungai ini dapat dibagi menjadi tujuh wilayah; lima di antaranya mencakup jalur terpanjang Sungai Nil. Berdasarkan urutan dari hulu ke hilir, kelima wilayah tersebut adalah: Danau-Danau Besar AfrikaNil GunungNil Putih, Nil utama, dan Delta Nil. Dua wilayah tambahan mencakup anak sungai utama: Nil Biru dan Sungai Atbarah

Danau-Danau Besar Afrika

Wilayah Danau-Danau Besar Afrika menampung sumber air Sungai Nil serta beberapa danau besar yang menjadi bagian dari sistem Sungai Nil: Danau VictoriaDanau AlbertDanau George, dan Danau Edward.[33] Sumber Sungai Nil adalah Sungai Rukarara di dalam Taman Nasional Nyungwe di Rwanda,[2] dan mengalir ke Sungai Kagera yang bermuara di Danau Victoria.[9][f] Meskipun merupakan danau yang besar – danau air tawar terbesar kedua di dunia[k] – Danau Victoria relatif dangkal, dengan kedalaman rata-rata 40 meter (130 ft).[35] Sungai Nil pertama kali menggunakan nama “Nil” saat Danau Victoria mengalirkan air keluar di sisi utaranya: bentang sungai dari titik tersebut hingga Danau Albert disebut Nil Victoria.[9] Sepasang air terjun – Air Terjun Ripon dan Air Terjun Owen – sebelumnya terletak di tempat keluarnya Sungai Nil dari Danau Victoria, tetapi keduanya telah tenggelam akibat pembangunan bendungan Nalubaale. Setelah melewati Air Terjun Bujagali dan Pembangkit Listrik Bujagali, Nil Victoria bermuara di Danau Kyoga. Setelah keluar dari Danau Kyoga, sungai ini bertemu dengan anak sungai Sungai Kafu, lalu melewati Air Terjun Murchison dan mengalir ke Danau Albert. Berbeda dengan Danau Victoria, Danau Albert merupakan danau dalam yang dikelilingi oleh pegunungan. Sungai ini keluar dari Danau Albert di pesisir utaranya, tempat sungai tersebut dikenal dengan nama Nil Albert; bentang sungai di sini relatif datar dan lebar, serta cocok untuk dilayari oleh kapal-kapal uap.[36]

Nil Gunung

Wilayah kedua dari Daerah Aliran Sungai Nil, ke arah hilir, adalah Nil Gunung (ArabBahr al Jabal).[37] Wilayah ini dimulai di dekat kota Nimule dan membentang hingga Danau No, dan seluruhnya berada di dalam wilayah Sudan Selatan. Setelah melewati Nimule, sungai ini mengalir melalui Jeram Fula dan berlanjut ke Juba – ibu kota Sudan Selatan. Setelah Juba, Sungai Nil melewati kota Bor, kemudian memasuki Sudd, sebuah rawa luas yang terletak di dataran datar.[38] Kemiringan tanah di Sudd hanya 1:13.000 kenaikan terhadap jarak mendatar, sehingga aliran sungai melambat dan melebar. Tumbuhan yang lebat, termasuk teki-tekianpapirus (cyperus papyrus), dan eceng gondok (sebuah spesies invasif) menyumbat saluran air dan membuat navigasi menjadi sulit. Di tepi utara rawa Sudd, Sungai Nil mengalir melalui Danau No, sebuah danau kecil tempat Sungai Nil bertemu dengan Sungai Bahr el Ghazal (bahasa Arab: ‘sungai gazel’) – sebuah anak sungai dari arah barat.[36]

Anak sungai utama di wilayah Nil Gunung adalah Bahr el Ghazal yang datang dari barat Sudan dan bergabung dengan Nil Putih di Danau No. Daerah aliran sungai Sungai Bahr el Ghazal ini berukuran besar – sekitar 860.000 kilometer persegi[39] – dan menerima curah hujan yang relatif tinggi, tetapi kontribusinya terhadap Sungai Nil terbilang kecil dibandingkan dengan anak-anak sungai lainnya.[l] Daerah aliran sungainya meliputi Danau Kundi dan Danau Keilak. Bahr el Ghazal melintasi kota Wau, Sudan Selatan: berupa aliran permanen di sebelah timur Wau, tetapi menjadi aliran musiman di sebelah baratnya.[40]

Wilayah Nil Putih

Melanjutkan perjalanan ke arah hilir, wilayah ketiga dari DAS Nil adalah wilayah Nil Putih[m] yang mencakup 800 kilometer (500 mi) bentang sungai dari dekat Malakal hingga Khartoum, ibu kota Sudan. Di sana sungai ini bertemu dengan Nil Biru. Bagian sungai ini merupakan aliran yang lebar dan tenang dengan pinggiran berupa rawa-rawa di kedua tepiannya. Sungai di sini tergolong dangkal dan mengalami penyusutan air yang signifikan akibat penguapan.[9]

Di titik pertemuan antara Nil Putih dan Nil Biru, keduanya memiliki warna yang sangat berbeda. Nil Putih berwarna lebih terang karena endapan yang dibawanya mengandung cukup banyak kuarsa dan feldspar. Hal ini kontras dengan Nil Biru yang membawa endapan tanah liat berwarna gelap yang berasal dari batuan-batuan basal Etiopia.[41]

Sungai Sobat adalah anak sungai yang bergabung dengan Nil Putih di dekat kota Malakal (setelah pertemuan sungai dengan Bahr el Ghazal, sebelum Nil Biru). Daerah aliran sungainya – yang mencakup Rawa Machar[14] – membentang seluas kurang lebih 225.000 kilometer persegi.[42] Sungai Sobat meluap antara bulan Juli dan Desember.[9]

Nil Utama

Wilayah keempat dari DAS Nil – Nil utama[n] – membentang dari Khartoum hingga Kairo, ibu kota Mesir.[36] Bentang sungai ini memiliki lebar dan kedalaman yang relatif seragam: lebarnya sekitar 500 meter (1.600 ft) dan dalamnya sekitar 10 meter (33 ft) di titik terdalamnya (saat tidak sedang banjir).[45] Segera setelah meninggalkan Khartoum, sungai ini memasuki Cagar Alam Sabaloka dan melewati jeram besar dan deras yang tidak dapat dilalui oleh perahu. Ini adalah riam keenam (dan yang terjauh di hulu) dari enam riam NilSungai Atbarah – sebuah anak sungai utama – bergabung dengan Sungai Nil, yang kemudian mengikuti lekukan besar berbentuk S ke arah barat. Empat riam lainnya (bernomor 5, 4, 3, dan 2) dapat dijumpai di lekukan berbentuk S yang besar ini, yang membuat sungainya tidak dapat dilayari; meskipun kapal-kapal mungkin masih bisa berlayar di bentangan sungai yang tenang di antara riam-riam tersebut. Sungai tersebut kemudian memasuki sebuah waduk: Danau Nasser.Danau ini – danau buatan manusia terbesar kedua di dunia – terbentuk ketika Bendungan Tinggi Aswan dibangun di Mesir, dan menenggelamkan lebih dari 480 kilometer (300 mi) aliran Sungai Nil. Bendungan Rendah Aswan – yang lebih tua dan lebih kecil dari Bendungan Tinggi – terletak di hilir Bendungan Tinggi Aswan, di dekat lokasi riam Nil pertama (kini tenggelam). Dari bendungan-bendungan ini, Sungai Nil mengalir sekitar 800 kilometer (500 mi) melintasi dataran tinggi batu gamping, yang berbatasan dengan lahan pertanian beririgasi dalam jumlah besar, hingga mencapai Kairo.[36]

Delta Nil

Wilayah kelima dan terakhir yang melingkupi Sungai Nil adalah Delta Nil, sebuah delta sungai besar berbentuk segitiga (sekitar 22.000 km2)[46] yang membentang dari Kairo hingga Laut Tengah.[9] Sungai ini terpecah menjadi dua cabang sungai utama (saluran) di dalam delta: cabang Rosetta dan cabang Damietta.Total volume delta (termasuk bagian yang terendam) adalah sekitar 150.000 km3. Delta ini terbentuk selama beberapa juta tahun, terbangun dari endapan yang dibawa aliran sungai dari hulu.[47] Sejak Bendungan Tinggi Aswan selesai dibangun pada tahun 1970, delta ini mulai menyusut akibat erosi dari arus di Laut Tengah. Pada masa lalu, erosi diimbangi oleh tanah baru yang datang dalam bentuk endapan yang dibawa oleh sungai; tetapi bendungan tersebut memerangkap endapan di waduknya, sehingga mencegah tanah baru mencapai delta.[48]

Anak Sungai Nil Biru

Aliran terpanjang Sungai Nil – yang mencakup anak sungai Nil Putih – memiliki beberapa anak sungai lain yang bermuara ke dalamnya. Daerah aliran sungai dari anak sungai Nil Biru dan anak sungai Atbarah merupakan dua wilayah terakhir dari Daerah Aliran Sungai Nil.[9]

Nil Biru bersumber dari perbukitan di Etiopia di mana sungai ini berawal sebagai aliran bernama Abay di dekat kota Gish AbayGish adalah kata dalam bahasa Amhar yang berarti ‘sumber’, dan Abay adalah nama aliran tersebut.[49] Gish Abay mengalir ke Danau Tana, sebuah danau besar yang dangkal, yang memiliki satu aliran keluar tempat danau tersebut menggunakan nama “Nil Biru”. Sungai tersebut kemudian membentuk lengkungan yang lebar: mula-mula ke selatan, lalu ke barat melintasi ngarai spektakuler sedalam 2 kilometer (6.600 ft), kemudian ke utara melintasi Sudan Selatan menuju Sudan, tempat ia bergabung dengan Nil Putih di Khartoum untuk membentuk Nil utama.[50] Di sepanjang alirannya, Nil Biru menghasilkan listrik di beberapa pembangkit listrik tenaga air, termasuk proyek PLTA Tis Abay di Air Terjun Nil Biru, Bendungan Renaisans Agung Etiopia di dekat perbatasan antara Etiopia dan Sudan Selatan, Bendungan Roseires di dekat kota Ad Damazin, dan Bendungan Sennar.[51] Ukuran daerah aliran sungai Nil Biru lebih dari 306.000 kilometer persegi.[52

Anak Sungai Atbarah

Sungai Atbarah adalah anak Sungai Nil yang berhulu di wilayah utara Etiopia, dan bergabung dengan Sungai Nil sekitar 320 kilometer (200 mi) di sebelah utara Khartoum.[53] Daerah aliran sungainya mencakup wilayah seluas lebih dari 204.000 kilometer persegi.[52] Sungai Atbarah memiliki aliran yang deras selama dan setelah musim muson di Etiopia (musim panas dan musim gugur), tetapi dapat mengering pada musim dingin dan musim semi. Meskipun sifat sungainya terputus-putus, sungai ini menyumbang lebih dari 10% dari total aliran tahunan Sungai Nil.[53] Bendungan-bendungan di Sungai Atbarah di antaranya adalah Bendungan Khashm el-GirbaKompleks Bendungan Atbara Hulu dan Setit, dan Bendungan Tekezé (berada di anak sungai Sungai Tekezé)